Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Beberapa Jenis Garam untuk Memasak

Bumbu dapur andalan satu ini ternyata memiliki banyak jenis yang disertai dengan kegunaan masing-masing. Tetapi, tidak semua jenis garam tersebut bisa digunakan untuk memasak. Oleh sebab itu, mari kenali lebih dalam mengenai beragam jenis garam yang ada di dunia beserta manfaat sebenarnya.

Garam Laut

Jenis garam ini dipanen dari air yang menguap, oleh sebab itu tidak heran jika rasanya lebih asin. Garam laut memiliki kandungan natrium klorida yang cukup tinggi. Pada garam laut juga terdapat mineral lain meliputi seng, kalium dan zat besi. Semakin gelap warna garam, berarti kotoran dan nutrisinya banyak. 

Garam

Pada garam laut tersimpan logam berat serta mikroplastik yang diakibatkan dari pancemaran air laut. Garam ini bisa digunakan untuk memasak bahkan merendam tubuh saat mengalami masalah kulit. 

Garam Himalaya

Garam himalaya berwarna merah muda yang berasal dari tambang Khewra Pegunungan Himalaya, Pakistan. Garam memiliki kandungan zat besi rendah, oleh sebab itu berwarna merah muda. Garam ini cukup populer karena dikenal lebih sehat daripada jenis garam lainnya.

Kandungan mineral alami yang terkandung meliputi magnesium, kalium dan kalsium. Selain bisa digunakan untuk memasak, garam juga dapat bermanfaat untuk mengontrol gula darah.

Garam Meja

Butiran garam meja memiliki tekstur halus dan memiliki kandungan zat anti gumpal serta kalium Iodida. Zat tersebut mengeluarkan rasa khas logam jika digunakan dalam jumlah terlalu banyak. Oleh sebab itu, sebaiknya digunakan untuk memasak bahan yang hanya perlu sedikit campuran Garam.

Garam Truffle

Garam truffle dihasilkan dari jamur Ascomycetes dan garam laut. Campuran kedua bahan tersebut yang menyebabkan warnanya menyerupai serbuk hitam. Garam truffle bisa digunakan sebagai bahan bumbu masakan misalnya tumis, panggangan dan hidangan berkuah.

Garam truffle memiliki kandungan protein tinggi yang bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia.

Garam Pengawet

Garam khusus digunakan sebagai pengawet alami unggas, daging bahkan hewan laut. Bentuknya kasar dan berwarna merah muda.

Penelitian mengatakan bahwa garam pengawet dihasilkan dari campuran garam laut dan garam dapur yang kemudian ditambahkan dengan gula. Campuran tersebut akan menghasilkan cairan yang dapat digunakan untuk merendam bahan masakan lebih tahan lama dan gurih.

Garam Tepung

Ini biasa dikenal dengan “bubuk garam” yang berbentuk seperti butiran halus. Garam ini berfungsi sebagai bumbu masakan dan penyedap adonan kue atau roti. Garam tersebut akan lebih cocok jika digunakan sebagai penyedap makanan yang hampir matang sehingga rasanya akan lebih meresap.

Korean Sogeum Salt

Ini merupakan salah satu jenis garam laut Korea yang dipasarkan di Indonesia. Garam ini memiliki butiran dengan ukuran yang lebih besar daripada garam meja.

Garam tersebut juga memiliki kandungan sodium rendah daripada garam meja. Jenis garam ini cocok digunakan untuk membubui masakan fermentasi, misalnya seperti olahan kimchi.

Garam Kosher

Jenis garam ini tidak memiliki kandungan yodium ataupun zat anti penggumpalan. Perbedaan antara garam kosher dengan garam dapur terdapat pada struktur serpihan. Garam ini memiliki Kristal dan tektur yang agak besar, kemudian rasanya juga cenderung lebih asin walaupun takarannya sedikit.

Garam Fleur De Sel

Ini biasa disebut dengan kaviar garam yang memiliki harga cukup mahal dibandingkan garam lainnya. Jenis Garam ini hanya diproduksi di Pantai Britanny Prancis pada Bulai Mei-September. Mengutip laman Food Republik, Fleur De Sel hanya dapat diekstraksi pada kondisi hari yang cerah.

Garam ini berbentuk ristal yang tipis dan kering, oleh sebab itu sangat cocok dipakai Drizzling untuk sebuah hidangan yang manis dan gurih. Rasa garam tidak terlalu asin dan memiliki warna abu-abu kebiruan yang membuatnya tampak sangat cantik.

Posting Komentar untuk "Mengenal Beberapa Jenis Garam untuk Memasak"